Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa pada suatu ketika Malik bin Dinar berjalan di pasar Bashrah, ketika melihat buah tin, ia menginginkannya. Maka dia lepas sandalnya dan diberikan kepada si penjual buah itu, sambil berkata: "Ambillah sandal ini, dan berikanlah kepadaku buah tin sebagai gantinya." Si penjual buah melihat sandal itu dan berkata: "Sandal itu tidak cukup untuk ditukar dengan satu buah pun." Maka Malik bin Dinar berlalu meninggalkannya.
Kemudian ada seseorang yang bertanya kepada si penjual buah itu: "Tidakkah engkau mengenal siapa dia?", "Tidak", jawab si penjual buah itu singkat. Kemudian dikatakan kepadanya: "Dia adalah Malik bin Dinar." Mendengar jawaban itu, si penjual buah langsung memerintahkan kepada budak pelayannya agar segera menyusulnya dengan membawa sebuah baki yang penuh dengan buah tin. Dia berkata kepada budaknya: "Kalau dia mau menerima ini, maka kamu menjadi merdeka."
Maka budak itu berlari-lari mengejar Malik bin Dinar, ketika dapat menyusulnya ia berkata: "Tuan, terimalah ini dari saya." Tetapi Malik bin Dinar menolaknya. Budak itu kembali berkata: "Terimalah ini tuan, karena didalamnya terdapat kemerdekaanku." Malik bin Dinar menjawa: "Kalau di dalamnya terdapat kemerdekaanmu , di dalamnya juga terdapat siksa ku." Budak itu, masih teru berusaha merayu dan membujuk Malik bin Dinar, tetapi ia berkata: "Aku bersumpah, tidak akan menjual agama dengan buah tin itu dan aku tidak akan memakannya sampai hari kiamat."
Home » All posts
Selasa, 22 Oktober 2013
Antara Riyadhah Dan Kecenderungan Nafsu
Wahai manusia, ketahuilah bahwa nafsu yang selalu memerintahkan kepada anda untuk melakukan kejahatan, sesungguhnya lebih memusuhi anda dari pada iblis. Kekuatan iblis sehingga mampu menguasai anda, tiada lain karena pertolongan hawa nafsu dan kesenangan-kesenangannya yang menyesatkan. Oleh sebab itu, jangan sampai anda tertipu oleh hawa nafsu melalui angan-angan kosong, tipu daya, bertindak lambat, santai dan bermalas-malasan. Semua ajakan iblis adalah batil, segala yang timbul dari doktrin dan perintahnya adalah tipu daya yang menyesatkan belaka. Jika anda senang dengan kemauan hawa nafsu dan mengikuti perintahnya, tentu anda akan celaka. Jika anda lengah dalam mengawasinya, tentu anda akan tenggelam dan jika anda lemah dalam melakukan perlawanan terhadapnya serta mengikuti saja kesenangannya, tentu ia akan menyeret anda kedalam neraka. Nafsu bukanlah sesuatu yang dapat diarahkan menuju kebaikan, dia adalah pangkal dari segala bencana dan sumber dari segala aib. Ia merupakan markas kekayaan iblis dan tempat berlindungnya setiap kejahatan yang tidak ada dapat mengetahui kecuali Allah swt. yang menciptakannya. karenanya takutlah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi orang yang berakal itu bertobat dari dosa-dosanya yang telah berlalu. Berpikir tentang hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah swt. dapat memupus angan-angan kosong dan menjadikannya selamat di perkampungan akhirat. Di samping itu, ia juga seharusnya segera bertobat, ingat kepada Allah swt., meninggalkan larang-larangan-Nya, dan bersabar untuk tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsu. Nafsu itu ibarat berhala, maka barang siapa yang mengabdi kepada Allah swt. dengan penuh keikhlasan, maka berarti dia telah mengalahkan hawa nafsunya.
Yahya bin Mu'adz Ar-Razi berkata: "Perangilah hawa nafsumu dengan melakukan kebaktian kepada Allah swt. dan berriyadhah. Riyadhah ialah sedikit tidur, sedikit bicara dan sedikit makan serta bertahan dari gangguan manusia. Sedikit tidur dapat membuat keinginan-keinginan hati menjadi baik, sedikit bicara menimbulkan keselamatan dari bahaya, dan bersabar dalam menghadapai gangguan manusia dapat mengantarkan untuk sampai pada derajat yang tertinggi. Dan dengan sedikit makan akan melenyapkan hati menjadi keras dan membatu serta nurnya menjadi lenyap. Nur hikmah akan memancar dari sebab lapar. Sedangkan kekenyangan akan membuatnya jauh dari Allah swt.
Abu Bakar As-Shiddiq ra. berkata: "Setelah masuk Islam, aku tidak pernah makan sampai kenyang, agar aku dapat merasakan masnisnya beribadah kepada Tuhanku dan tidak pula minum yang segar-segar, karena kau men=rindukan bertemu dengan Tuhanku." Karena banyak makan akan menyebabkan sedikit beribadah. Apabila seseorang memperbanyak makan, maka badannya menjadi berat, kedua matanya akan selalu mengantuk dan semua anggota tubuhnya mejadi lemas, sehingga tidak ada sesuatupun yang cukup berarti, sekalipun ia berusaha, melainkan ia akan dikalahkan oleh rasa kantuk dan tidur. Maka jadilah ia seperti bangkai yang terbuang sia-sia. Demikian, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Minhajul Abidin.
Nabi Muhammad saw. bersabda: "Janganlah anda membuat mati hati anda dengan banyak makan dan minum. Karena hati akan mati, seperti tanaman (yang mati) sebab terlalu banyak air."
Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi orang yang berakal itu bertobat dari dosa-dosanya yang telah berlalu. Berpikir tentang hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah swt. dapat memupus angan-angan kosong dan menjadikannya selamat di perkampungan akhirat. Di samping itu, ia juga seharusnya segera bertobat, ingat kepada Allah swt., meninggalkan larang-larangan-Nya, dan bersabar untuk tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsu. Nafsu itu ibarat berhala, maka barang siapa yang mengabdi kepada Allah swt. dengan penuh keikhlasan, maka berarti dia telah mengalahkan hawa nafsunya.
Yahya bin Mu'adz Ar-Razi berkata: "Perangilah hawa nafsumu dengan melakukan kebaktian kepada Allah swt. dan berriyadhah. Riyadhah ialah sedikit tidur, sedikit bicara dan sedikit makan serta bertahan dari gangguan manusia. Sedikit tidur dapat membuat keinginan-keinginan hati menjadi baik, sedikit bicara menimbulkan keselamatan dari bahaya, dan bersabar dalam menghadapai gangguan manusia dapat mengantarkan untuk sampai pada derajat yang tertinggi. Dan dengan sedikit makan akan melenyapkan hati menjadi keras dan membatu serta nurnya menjadi lenyap. Nur hikmah akan memancar dari sebab lapar. Sedangkan kekenyangan akan membuatnya jauh dari Allah swt.
Abu Bakar As-Shiddiq ra. berkata: "Setelah masuk Islam, aku tidak pernah makan sampai kenyang, agar aku dapat merasakan masnisnya beribadah kepada Tuhanku dan tidak pula minum yang segar-segar, karena kau men=rindukan bertemu dengan Tuhanku." Karena banyak makan akan menyebabkan sedikit beribadah. Apabila seseorang memperbanyak makan, maka badannya menjadi berat, kedua matanya akan selalu mengantuk dan semua anggota tubuhnya mejadi lemas, sehingga tidak ada sesuatupun yang cukup berarti, sekalipun ia berusaha, melainkan ia akan dikalahkan oleh rasa kantuk dan tidur. Maka jadilah ia seperti bangkai yang terbuang sia-sia. Demikian, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Minhajul Abidin.
Nabi Muhammad saw. bersabda: "Janganlah anda membuat mati hati anda dengan banyak makan dan minum. Karena hati akan mati, seperti tanaman (yang mati) sebab terlalu banyak air."
Senin, 21 Oktober 2013
Kisah Pemuda Durhaka Yang Masuk Surga (Bagian 2)
Artikel ini merupakan lanjutan dari Kisah pemuda durhakan yang masuk surga (bagian 1), jika anda belum membacanya maka silakan baca terlebih dahulu.
...Kemudian Allah swt. mengutus seorang bidadari yang menyerupakan diri seperti ibunya, seorang bidadari yang menyerupakan diri seperti istrinya dan anak-anak yang menyerupai anak-anaknya, serta seorang malaikat yang menyerupakan diri seperti ayahnya. Mereka semua duduk disisinya dan menangisinya. Si pemuda itu berkata: "Ini ayahku, ibu dan istri serta anak-anakku, semua datang kepada ku. Maka hatinya menjadi terhibur dan gembira, lalu dia menghembuskan nafas yang terakhir, mati dalam keadaan suci dan trampuni
Kemudian Allahswt. menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as.: "Hai Musa, pergilah kepadang begini ... dan tempat begini ..., karena di tempat itu telah mati seorang wali dari wali-wali-Ku. Datanglah kepadanya, uruslah jenazahnya dan makamkanlah ia." Ketika Nabi Musa as. datang ketempat tersebut, dia melihat ternyata jenazah itu adalah jenazah seorang pemuda fasik yang diusirnya dari negeri dan kampung halamannya atas perintah Allah swt., yang lebih mengherankannya lagi, jenazah itu dikelilingi oleh para bidadari yang bermata jeli. Lalu Nabi Musa as. berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah ini adalah jenazah pemuda fasik yang aku usir dari negri dan kampung halamannya, atas perintah-Mu?" Allah swt. berfirman: "Hai Musa, memang benar dia pemuda itu, tetapi aku telah merahmati dan mengampuninya, sebab dia adalah orang yang terusir dan tak berdaya. Di tengah kesendiriannya karena terusir dari negerinya dan terpisah dari ayah, ibu, istri dan anak-anaknya, dia menderita sakit, dia merintih kesakitan dan hanya mengadu kepada-Ku, maka aku mengutus seorang bidadari agar menyerupai ibunya, seorang malaikat yang menyerupai ayahnya dan seorang bidadari agar menyerupai istrinya. Semuanya merasa iba atas keterasingan dan ketidak berdayaanya di tempat yang terpencil itu. Karena apabila ada seseorang yang mati dalam keterasingan di tempat yang terpencil, maka penghuni langit dan bumi menangis karena merasa iba kepadanya. Maka bagaimana Aku tidak menyayanginya, sedangkan Aku adalah Tuhan Yang Paling Penyayang diantara para penyayang."
Apabila orang yang terisolir dari keluarganya dalam keadaan naza' (kritis atau koma), maka Allah swt. berfirman: "Hai malaikat-malaikat Ku, orang yang terasing itu adalah pengembara yang meninggalkan anak-anaknya, keluarga dan oragn tuanya. ketika dia mati tak ada seorang pun yang menangisi dan bersedih atas kematiannya." kemudian Allah swt. memerintahkan malaikat untuk menyerupai bapaknya, ibu dan anaknya, serta orang yang menyerupai kerabatnya. Mereka mendatanginya, sehingga ia membuka matanya dan dapat melihat kedua orang tuanya, anak dan keluarganya, lalu hatinya menjadi senang. Setelah itu, barulah ia menghembuskan nafasnya dalam keadaan tenang dan gembira. Kemudian ketika jenazahnya di usung kepemakaman, para malaikat ikut mengiringkannya dan mendoakan di atas kuburnya sampai hari kiamat.
...Kemudian Allah swt. mengutus seorang bidadari yang menyerupakan diri seperti ibunya, seorang bidadari yang menyerupakan diri seperti istrinya dan anak-anak yang menyerupai anak-anaknya, serta seorang malaikat yang menyerupakan diri seperti ayahnya. Mereka semua duduk disisinya dan menangisinya. Si pemuda itu berkata: "Ini ayahku, ibu dan istri serta anak-anakku, semua datang kepada ku. Maka hatinya menjadi terhibur dan gembira, lalu dia menghembuskan nafas yang terakhir, mati dalam keadaan suci dan trampuni
Kemudian Allahswt. menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as.: "Hai Musa, pergilah kepadang begini ... dan tempat begini ..., karena di tempat itu telah mati seorang wali dari wali-wali-Ku. Datanglah kepadanya, uruslah jenazahnya dan makamkanlah ia." Ketika Nabi Musa as. datang ketempat tersebut, dia melihat ternyata jenazah itu adalah jenazah seorang pemuda fasik yang diusirnya dari negeri dan kampung halamannya atas perintah Allah swt., yang lebih mengherankannya lagi, jenazah itu dikelilingi oleh para bidadari yang bermata jeli. Lalu Nabi Musa as. berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah ini adalah jenazah pemuda fasik yang aku usir dari negri dan kampung halamannya, atas perintah-Mu?" Allah swt. berfirman: "Hai Musa, memang benar dia pemuda itu, tetapi aku telah merahmati dan mengampuninya, sebab dia adalah orang yang terusir dan tak berdaya. Di tengah kesendiriannya karena terusir dari negerinya dan terpisah dari ayah, ibu, istri dan anak-anaknya, dia menderita sakit, dia merintih kesakitan dan hanya mengadu kepada-Ku, maka aku mengutus seorang bidadari agar menyerupai ibunya, seorang malaikat yang menyerupai ayahnya dan seorang bidadari agar menyerupai istrinya. Semuanya merasa iba atas keterasingan dan ketidak berdayaanya di tempat yang terpencil itu. Karena apabila ada seseorang yang mati dalam keterasingan di tempat yang terpencil, maka penghuni langit dan bumi menangis karena merasa iba kepadanya. Maka bagaimana Aku tidak menyayanginya, sedangkan Aku adalah Tuhan Yang Paling Penyayang diantara para penyayang."
Apabila orang yang terisolir dari keluarganya dalam keadaan naza' (kritis atau koma), maka Allah swt. berfirman: "Hai malaikat-malaikat Ku, orang yang terasing itu adalah pengembara yang meninggalkan anak-anaknya, keluarga dan oragn tuanya. ketika dia mati tak ada seorang pun yang menangisi dan bersedih atas kematiannya." kemudian Allah swt. memerintahkan malaikat untuk menyerupai bapaknya, ibu dan anaknya, serta orang yang menyerupai kerabatnya. Mereka mendatanginya, sehingga ia membuka matanya dan dapat melihat kedua orang tuanya, anak dan keluarganya, lalu hatinya menjadi senang. Setelah itu, barulah ia menghembuskan nafasnya dalam keadaan tenang dan gembira. Kemudian ketika jenazahnya di usung kepemakaman, para malaikat ikut mengiringkannya dan mendoakan di atas kuburnya sampai hari kiamat.
Kisah Pemuda Durhaka Yang Masuk Surga (Bagian 1)
Diceritakan, bahwa pada zaman dahulu di kalangan Bani Israil, ada seorang laki-laki fasik, dia terus menerus melakukan kefasikannya hingga meresakan penduduk negerinya, namun mereka tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghentikan kedurhakaannya. Mereka hanya melakukan perlawanan dengan berdoa dan merendahkan diri kepada Allah, hingga akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as.: "Hai Musa, ditengah-tengah kaum Bani Israil terdapat seorang pemuda durhaka yang meresahkan mereka, namun mereka tidak kuasa untuk mengusirnya. Mereka khawatir terkena api neraka sebab ulah kefasikannya, maka usirlah dia." Kemudian datanglah Nabi Musa as. menemui pemuda fasik itu dan mengusirnya. Lalu pemuda itu pergi meninggalkan desa tempat tinggalnya ke desa yang lain, tetapi dia juga diusir dari desa itu, sehingga harus berpindah kedesa yang lainnya.
Dia terus diusir dari desa ke desa, sampai akhirnya dia terusir ke suatu hamparan padang pasir yang sangat ganas, tak ada tumbuh-tumbuhan, burung-burung dan tidak ada pula makhluk-makhluk yang lain. Di tengah-tengah gurun pasir yang ganas itu, dia jatuh sakit tanpa ada seorang pun yang menolongnya. Dia terbaring di atas pasir yang panas, sambil menyandarkan kepalanya pada bait-bait padang pasiir yang kering kerontang, dia berkata: "Seandainya ibuku berada diatas kepalaku, tentu ia akan merasa kasihan kepadaku dan menangisi kenistaanku; kalau sekiranya ayah ada disini, tentu ia akan membantuku dan mengurus segala keperluanku; andai istriku ada disisiku, tentu ia akan menangisi kepergianku; dan seandainya anak-anakku hadir disini, tentu mereka akan menangisi jenazahku dan berdoa: 'Ya Allah, ampunilah ayahku yang terusir dan tak berdaya ini, dia terbuang jauh dari desa ke desa hingga terlempar jauh kepadang pasir yang ganas ini. Dia keluar dari dunia menuju akhirat dengan membawa penyesalan dan keputusasaan yang teramat dalam.'
Selanjutnya pemuda itu berkata, Ya Allah, Engkau telah memisahkan aku dari kedua orang tuaku, dari anak-anak dan istriku, tetapi janganlah Engkau putuskan aku dari rahmat-Mu. Engkau telah membakar hatiku, karena berpisah dengan mereka, tetapi janganlah Engkau bakar aku dengan api neraka-Mu, sebab kefasikan ku... (bersambung).
Bagaimana cerita selanjutnya dari pemuda tersebut dan apa yang akan terjadi pada nya... langsung saja baca kelanjutannya: Kisah Pemuda Durhaka Yang Masuk Surga (Bagian 2).
Dia terus diusir dari desa ke desa, sampai akhirnya dia terusir ke suatu hamparan padang pasir yang sangat ganas, tak ada tumbuh-tumbuhan, burung-burung dan tidak ada pula makhluk-makhluk yang lain. Di tengah-tengah gurun pasir yang ganas itu, dia jatuh sakit tanpa ada seorang pun yang menolongnya. Dia terbaring di atas pasir yang panas, sambil menyandarkan kepalanya pada bait-bait padang pasiir yang kering kerontang, dia berkata: "Seandainya ibuku berada diatas kepalaku, tentu ia akan merasa kasihan kepadaku dan menangisi kenistaanku; kalau sekiranya ayah ada disini, tentu ia akan membantuku dan mengurus segala keperluanku; andai istriku ada disisiku, tentu ia akan menangisi kepergianku; dan seandainya anak-anakku hadir disini, tentu mereka akan menangisi jenazahku dan berdoa: 'Ya Allah, ampunilah ayahku yang terusir dan tak berdaya ini, dia terbuang jauh dari desa ke desa hingga terlempar jauh kepadang pasir yang ganas ini. Dia keluar dari dunia menuju akhirat dengan membawa penyesalan dan keputusasaan yang teramat dalam.'
Selanjutnya pemuda itu berkata, Ya Allah, Engkau telah memisahkan aku dari kedua orang tuaku, dari anak-anak dan istriku, tetapi janganlah Engkau putuskan aku dari rahmat-Mu. Engkau telah membakar hatiku, karena berpisah dengan mereka, tetapi janganlah Engkau bakar aku dengan api neraka-Mu, sebab kefasikan ku... (bersambung).
Bagaimana cerita selanjutnya dari pemuda tersebut dan apa yang akan terjadi pada nya... langsung saja baca kelanjutannya: Kisah Pemuda Durhaka Yang Masuk Surga (Bagian 2).
Kisah Nabi Zakaria As. Yang Dikejar Oleh Orang Yahudi
Dikisahkan, bahwa Nabi Zakaria as. berlari dari kejaran orang-orang Yahudi, namun mereka tetap mengejar mengikuti jejaknya. Ketika mereka telah mendekatinya, Nabi Zakaria as.yang melihat sebuah pohon yang ada di depannya, dia berkata kepada pohon itu: "Hai pohon masukanlah aku aku kedalam mu." Maka pohon itu menjadi terbelah, sehingga Nabi Zakaria as. dapat masuk ke dalamnya, setelah ia masuk kedalamnya pohon itu terkatup dan menutup kembali dan Nabi Zakaria as. bersembunyi di dalamnya. Iblis yang menyaksikan peristiwa itu, memerintahkan kepada orang-orang Yahudi yang mengejar Nabi Zakaria as. untuk menggergaji membelah pohon itu agar Nabi Zakaria as. terpotong dan terbelah, sehingga mati didalamnya. Mereka benar-benar melakukan apa yang diperintahkan oleh Iblis. Hal itu terjadi karena Nabi Zakaria mengandalkan pohon itu, bukan pada Allah swt. sehingga menyebabkan kebinasaan nya. Dia mati terbelah menjadi dua dengan gergaji.
Ketika penggergajian kayu yang didalamnya ada Nabi Zakaria as. tersebut, sampai pada otaknya di berteriak menjerit kesakitan. Lalu dikatakan kepadanya: "Hai Zakaria, sesungguhnya Allah berfirman kepadamu, 'Mengapa Anda tidak bersabar menghadapi musibah sakit dan berkata, aduh? Seandainya Anda mengatakannya sekali lagi, maka aku akan mengeluarkan namamu dari daftar para nabi.' Maka Nabi Zakaria pun menggigit bibirnya, bersabar menahan rasa sakit, hingga mereka benar-benar membelahnya menjadi dua.
Oleh sebab itu, bagi orang yang berakal wajib bersabar dalam menghadapi musibah dan tidak mengadukannya kepada manusia, agar dia selamat dari azab dunia dan akhirat. Karena musibah atau ujian yang paling berat adalah yang ditimpakan kepada para nabi dan wali (kekasih)-Nya.
Ketika penggergajian kayu yang didalamnya ada Nabi Zakaria as. tersebut, sampai pada otaknya di berteriak menjerit kesakitan. Lalu dikatakan kepadanya: "Hai Zakaria, sesungguhnya Allah berfirman kepadamu, 'Mengapa Anda tidak bersabar menghadapi musibah sakit dan berkata, aduh? Seandainya Anda mengatakannya sekali lagi, maka aku akan mengeluarkan namamu dari daftar para nabi.' Maka Nabi Zakaria pun menggigit bibirnya, bersabar menahan rasa sakit, hingga mereka benar-benar membelahnya menjadi dua.
Oleh sebab itu, bagi orang yang berakal wajib bersabar dalam menghadapi musibah dan tidak mengadukannya kepada manusia, agar dia selamat dari azab dunia dan akhirat. Karena musibah atau ujian yang paling berat adalah yang ditimpakan kepada para nabi dan wali (kekasih)-Nya.
Antara Sabar dan Sakit
Barangsiapa yang ingin selamat dari siksa Allah swt., memperoleh pahala dan anugerah rahmat-Nya serta masuk ke dalam surga-Nya, maka hendaklah ia menahan nafsunya dari kesenangan-kesenangan dunia dan bersabar terhadap penderitaan dan musibah yang menimpannya.
Maka hendaknya ketika kita sakit janganlah mengeluh dan ucapkan lah Alhamdulillah karena segala sesuatu terjadi atas izin dari Allah swt.
Allah swt. berfirman
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya
Di dalam sebuah hadis juga disebutkan, dari Nabi saw.: "Ketika seorang hamba sakit, Allah swt. mengutus dua malaikat padanya, seraya berfirman: "Lihatlah apa yang diucapkan hamba-Ku." Kalau dia berkata Alhamdulillah, maka ucapan itu dilaporkan kepada Allah swt. sedangkan Dia sesungguhnya Maha Mengetahui. Selanjutnya Allah swt. berfirman: "Kalau Aku mematikan dia, maka menjadi sebuah kewajiban bagi-Ku untuk memasukannya ke dalam surga, dan kalau Aku memberikan kesembuhan padanya nya, maka menjadi sebuah kewajiban bagi-Ku untuk mengganti dagingnya dengan yang lebih baik dari daging yang sebelumnya, mengganti dengan darah yang lebih baik dari darah yang sebelumnya dan Aku akan mengampuni dosa-dosanya.Allah menyukai orang-orang yang sabar (QS. Ali Imran: 146)
Maka hendaknya ketika kita sakit janganlah mengeluh dan ucapkan lah Alhamdulillah karena segala sesuatu terjadi atas izin dari Allah swt.
Minggu, 20 Oktober 2013
Kisah Seorang Hamba Yang Di Selamatkan Oleh Sehelai Rambut
Diterangkan di dalam kitab Daqa'iqul Akhbar, bahwa pada hari kiamat akan didatangkan seorang hamba, setelah ditimbang amal perbuatannya, maka kejahatannya lebih berat daripada kebaikannya, maka ia diperintahkan untuk dibawa ke neraka. Sehelai rambut dari rambut-rambut matanya berbicara: "Ya Tuhanku, Rasul-Mu, Muhammad saw. pernah bersabda: 'Barangsiapa yang pernah menangis karena takut kepada Allah swt. maka Allah mengharamkan matanya tersentuh api neraka.' Sesungguhnya mataku biasa menangis karena takut kepada Allah swt." Akhirnya, Allah swt. Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang mengampuni dosa-dosa hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka, berkat pengaduan sehelai rambut yang biasa menangis karena takut kepada Allah swt. ketika masih di dunia. Kemudian Malaikat Jibril mengumumkan bahwa telah selamat di fulan bin fulan dari neraka berkat sehelai rambutnya yang menangis karena takut kepada Allah swt.
Kisah Seorang Perempuan Yang Ahli Ibadah dan Seorang Saudagar
Di dalam kitab Majami'ul Latha 'if terdapat sebuah kisah bahwa pada zaman dahulu ada seorang 'abid (hamba Allah yang ahli ibadah) dari kalangan Bani Israil yang mempunyai banyak keluarga. Suatu ketika ia dilanda krisis ekonomi, sehingga kondisinya benar-benar memperihatinkan dan kritis. Lalu istrinya disuruh untuk mencari sesuatu yang dapat buat makan keluarganya. Si wanita itu kemudian pergi mendatangi rumah seorang saudagar untuk mendapat sesuatu yang dapat dimakan keluarganya. Setelah ia mengutarakan maksud kedatangan nya, saudagar yang kaya raya itu berkata kepada nya: "Baiklah, asalkan kamu mau menyerahkan tubuhmu kepadaku." Mendengar jawaban itu, wanita tersebut menjadi terpaku dan membisu, lalu dia memutuskan untuk kembali kerumah.
Sesampainya dirumah, anak-anaknya yang kelaparan, merintih pedih, sambil memanggil-manggil: "Ibu, ibu kami sangat kelaparan, kami sudah hampir mati, karena tak kuat menahan rasa lapar, berilah kami apa saja yang bisa kami makan!" Mendengar rintihan dan tangisan anak-anaknya yang begitu menyayat hati, sang ibu memutuskan untuk kembali kepada saudagar yang kaya raya itu dan menceritakan kondisi kekritisan yang melanda keluarganya. "Apakah anda bersedia memenuhi keinginankan?" Tanya saudagar tersebut. Mulut wanita itu menjadi terkatup, seakan terkunci untuk menyatakan iya, namun dengan berat hati dan amat terpaksa dia menganggukan kepalanya."
Ketika saudagar itu hanya berdua dengan nya, semua persendian wanita itu menjadi bergetar, seakan anggota tubuhnya mau terlepas. Saudagar itu bertanya: "Ada apa dengan anda ini, mengapa tubuh anda bergetar?" wanita itu menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah", jawabnya singkat. Saudagar berkata: "Anda, dengan kondisi yang demikian kesulitan dan kefakiran yang amat kritis seperti ini masih merasa takut kepada Allah, semestinya aku harus lebih takut kepada-Nya dari pada anda." Maka saudagar itu memenuhi kebutuhan yang diperlukan wanita itu, lalu ia meninggalkannya, Wanita itu lalu pulang dengan membawa banyak makanan untuk keluarganya, sehingga gembiralah mereka.
Kemudian Allah swt. memberikan wahyu kepada Nabi Musa as.: "Hai Musa, katakanlah kepada si Fulan bin Fulan, seorang saudagar yang kaya itu, bahwa aku telah mengampuni dosa-dosanya." Maka datanglah Nabi Musa as. menemui saudagar itu dan berkata: "Hai si Fulan, apa yang telah anda perbuat terhadap Tuhanmu, sehingga Ia menurunkan wahyu kepadaku agar aku menemuimu." Lalu saudagar bercerita kepada Nabi Musa mengenai kisah antara dirinya dan wanita tersebut. Setelah saudagar selesai bercerita, Musa as. berkata: "Sesungguhnya Allah swt. telah benar-benar mengampuni dosa-dosa anda yang telah lalu."
Sesampainya dirumah, anak-anaknya yang kelaparan, merintih pedih, sambil memanggil-manggil: "Ibu, ibu kami sangat kelaparan, kami sudah hampir mati, karena tak kuat menahan rasa lapar, berilah kami apa saja yang bisa kami makan!" Mendengar rintihan dan tangisan anak-anaknya yang begitu menyayat hati, sang ibu memutuskan untuk kembali kepada saudagar yang kaya raya itu dan menceritakan kondisi kekritisan yang melanda keluarganya. "Apakah anda bersedia memenuhi keinginankan?" Tanya saudagar tersebut. Mulut wanita itu menjadi terkatup, seakan terkunci untuk menyatakan iya, namun dengan berat hati dan amat terpaksa dia menganggukan kepalanya."
Ketika saudagar itu hanya berdua dengan nya, semua persendian wanita itu menjadi bergetar, seakan anggota tubuhnya mau terlepas. Saudagar itu bertanya: "Ada apa dengan anda ini, mengapa tubuh anda bergetar?" wanita itu menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah", jawabnya singkat. Saudagar berkata: "Anda, dengan kondisi yang demikian kesulitan dan kefakiran yang amat kritis seperti ini masih merasa takut kepada Allah, semestinya aku harus lebih takut kepada-Nya dari pada anda." Maka saudagar itu memenuhi kebutuhan yang diperlukan wanita itu, lalu ia meninggalkannya, Wanita itu lalu pulang dengan membawa banyak makanan untuk keluarganya, sehingga gembiralah mereka.
Kemudian Allah swt. memberikan wahyu kepada Nabi Musa as.: "Hai Musa, katakanlah kepada si Fulan bin Fulan, seorang saudagar yang kaya itu, bahwa aku telah mengampuni dosa-dosanya." Maka datanglah Nabi Musa as. menemui saudagar itu dan berkata: "Hai si Fulan, apa yang telah anda perbuat terhadap Tuhanmu, sehingga Ia menurunkan wahyu kepadaku agar aku menemuimu." Lalu saudagar bercerita kepada Nabi Musa mengenai kisah antara dirinya dan wanita tersebut. Setelah saudagar selesai bercerita, Musa as. berkata: "Sesungguhnya Allah swt. telah benar-benar mengampuni dosa-dosa anda yang telah lalu."
Kisah Pemuda Yang Takut Kepada Allah SWT.
Dahulu kala ada seorang laki-laki yang hatinya tertambat pada seorang wanita berparas cantik. Suatu ketika wanita itu pergi untuk suatu keperluan, lalu laki-laki tersebut ikut pergi menyertainya. Sesampainya dihutan keduanya selalu terjaga dan tidak bisa tidur, sementara rombongan yang lain sudah terlelap dalam tidurnya. Kesempatan itu digunakan si laki-laki untuk mengutarakan isi hatinya kepada wanita pujaan hatinya itu, lalu si wanita berkata: "Lihatlah apakah orang-orang itu sudah tidur semua?" mendengar ucapan wanita itu, hatinya menjadi berbunga-bunga, ia mengira bahwa wanita itu akan memenuhi harapan hasrat hatinya. Dia segera bangkit, mengitari rombongan kafilah, sorot matanya menatap ke sana kemari kearah semua rombongan, ternyata semua orang sudah terlelap dalam tidurnya. Lalu ia kembali kepada si wanita itu dan berkata: "Benar, semua orang telah tidur." Wanita itu kembali bertanya: "Bagaimana pendapatmu mengenai Allah swt. apakah Dia tidur?" Si laki-laki menjawab:"Sesungguhnya Allah senantiasa terjaga, Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur, Dia selalu melihat kita, sekalipun orang-orang itu telah tertidur dan tidak melihat kepada kita. Oleh sebab itu Dia sepaptutnya harus lebih ditakuti," kata wanita itu.
Akhirnya, pemuda tersebut menjadi sadar, lalu meninggalkan wanita itu, karena takut kepada Allah Yang Maha Pencipta, dia kembali pulang kerumah dan bertobat kepada Allah swt. Setelah meninggal dunia, orang-orang bermimpi melihatnya di dalam tidur. Dia ditanya: :Bagaimana Allah memperlakukan anda?" Dia menjawab: "Allah swt. telah mengampuniku, sebab ketakutanku kepada-Nya, dan karena aku meninggalkan rencana untuk berbuat dosa dengan wanita pujaan hatiku."
Akhirnya, pemuda tersebut menjadi sadar, lalu meninggalkan wanita itu, karena takut kepada Allah Yang Maha Pencipta, dia kembali pulang kerumah dan bertobat kepada Allah swt. Setelah meninggal dunia, orang-orang bermimpi melihatnya di dalam tidur. Dia ditanya: :Bagaimana Allah memperlakukan anda?" Dia menjawab: "Allah swt. telah mengampuniku, sebab ketakutanku kepada-Nya, dan karena aku meninggalkan rencana untuk berbuat dosa dengan wanita pujaan hatiku."
Takut Kepada Allah SWT.
Abu laits berkata: "Allah swt. mempunyai malaikat-malaikat yang ada di langit. Sejak mereka diciptakan, selalu sujud kepada Allah swt. sampai hari kiamat." Rasa takut mereka akan menyalahi perintah Allah swt. membuat persendian mereka menjadi gemetar. Ketika hari kiamat tiba, mereka baru mengangkat kepalanya seraya berkata: "Maha Suci Engkau, rasanya kami belum mengabdi sepenuhnya kepada-Mu." Itulah maksud dari firman Allah swt.
Maksudnya adalah mereka tidak pernah mendurhakai Allah swt. barang sedikitpun walau hanya sekejap mata. Rasulullah saw bersabda: "Ketika tubuh seseorang tergetar karena takut kepada Allah swt. maka dosa-dosanya menjadi berguguran, sebagaimana rontoknya dedaunan dari suatu pohon."
Adalah Umar, suatu ketika ia jatuh pingsan, di saat mendengar alunan bacaan ayat Al-Qur'an, karena takut kepada Allah swt. Pada suatu hari, ia juga pernah mengambil jerami, lalu berkata: "Alangkah baiknya, seandainya aku dahulu menjadi suatu jerami, bukan yang disebut-sebut seperti sekarang ini. Dan alangkah baiknya bila ibuku tidak melahirkan aku." Kemudian ia menangis sepuas-puasnya, hingga air matanya mengalir bagaikan dua aliran sungai yang membentuk garis hitam di pipinya.
Nabi saw. bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah swt. sehingga ada air susu yang kembali ke tempat asalnya."
( يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٥٠
Artinya:
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) (QS: An-Nahl: 50).
Maksudnya adalah mereka tidak pernah mendurhakai Allah swt. barang sedikitpun walau hanya sekejap mata. Rasulullah saw bersabda: "Ketika tubuh seseorang tergetar karena takut kepada Allah swt. maka dosa-dosanya menjadi berguguran, sebagaimana rontoknya dedaunan dari suatu pohon."
Adalah Umar, suatu ketika ia jatuh pingsan, di saat mendengar alunan bacaan ayat Al-Qur'an, karena takut kepada Allah swt. Pada suatu hari, ia juga pernah mengambil jerami, lalu berkata: "Alangkah baiknya, seandainya aku dahulu menjadi suatu jerami, bukan yang disebut-sebut seperti sekarang ini. Dan alangkah baiknya bila ibuku tidak melahirkan aku." Kemudian ia menangis sepuas-puasnya, hingga air matanya mengalir bagaikan dua aliran sungai yang membentuk garis hitam di pipinya.
Nabi saw. bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah swt. sehingga ada air susu yang kembali ke tempat asalnya."
Langganan:
Postingan (Atom)